Kebun Raya Kendari The Wanted For Educational Travel

Posted by

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan lingkungan Botanical Garden Kendari di Sulawesi Tenggara (Sulawesi). Dengan fasilitas yang disediakan cukup mampu, Kebun Raya Kendari memiliki fungsi konservasi tumbuhan, penelitian dan pendidikan layak menjadi tujuan wisata.

Basuki PUPR Menteri Hadimuljono menjelaskan, peran Kementerian PUPR dalam membangun RTH tidak hanya memiliki dampak positif dalam hal kecantikan / beautifikasi, tetapi juga memberikan kontribusi untuk konservasi air, tanah, dan peningkatan kualitas udara.

Kebun Raya Kendari The Wanted For Educational Travel
Kebun Raya Kendari The Wanted For Educational Travel

Kebun Raya Kendari The Wanted For Educational Travel

“Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya kepatuhan dengan RTH di perkotaan sebesar 30 persen dari wilayah perkotaan. Perkembangan kebun raya di bawah koordinasi LIPI, sedangkan Kementerian PUPR memberikan dukungan infrastruktur,” kata Menteri Basuki melalui siaran resmi, Sabtu (2019/06/22).

Kepala Sulawesi Tenggara Regional Infrastruktur Permukiman Mustaba mengatakan penataan Botanical Kendari dilakukan secara bertahap periode 2015-2018. Kemajuan fisik telah selesai 100 persen dari total anggaran Rp 39,9 miliar.

“Untuk penataan berikutnya terus konservasi fasilitas gedung, kantor penelitian, laboratorium, ruang pameran, membangun pusat pendidikan, perpustakaan, museum, rumah juru kunci, tempat tinggal, dan rumah penjaga,” kata Mustaba.

Dalam waktu empat tahun, pengaturan pada tahun pertama 2015 dimulai dengan persiapan Detil Engineering Desain (DED), manajer pekerjaan struktur bangunan, pintu gerbang utama, pusat pengunjung, taman hiburan, camping ground, parkir bus, pagar, dan rumah kaca.

2016 menyelesaikan pembangunan fisik manajer gedung, gerbang utama, pusat pengunjung, camping ground dan pematangan jalan dan plesteran. Biaya konstruksi bangunan fisik sebesar Rp 7,2 miliar oleh kontraktor PT Bachtiar Marpa Prima dan lansekap bekerja di Rp 4,9 miliar oleh PT Wira Sakti Sembilan Tujuh.

Pada tahun 2017, pengaturan diikuti oleh pembangunan arboretum, arboretum hardscape, pusat pengunjung lansdcape, landscape kantor manajemen dengan biaya Rp 10,7 miliar.

Pada tahun 2018 dilakukan pembangunan area parkir, drainase, pagar pengaman, tanggul sisi tebing, Wildlife ultra-dasar, tangga, camping ground, pandangan gardu, gazebo, pedestarian, dan daerah softcape. biaya konstruksi Rp 14,1 miliar, dengan kontraktor PT Amon Sultra Mandiri.

Botanical Garden memiliki luas 113 hektar Kendari terletak pada hutan Nanga-Nanga Papalia dan terletak di 22 hektar hutan lindung dan hutan produksi biasa 96 Ha. Jarak Kebun Raya Kendari sejauh 14,4 km pada jarak sekitar 30 menit dengan kendaraan roda empat.

Salah seorang pengunjung dari Konawe Selatan yang bertemu Putri Arini mengatakan Kendari Botanical Garden bisa menjadi tujuan wisata alternatif di provinsi Sulawesi Tenggara di samping laut.

“Saya tahu dari Instagram, maka di sini waktu Lebaran liburan kemarin. Hari ini di sini lagi, selain masih bebas, bisa liburan sambil belajar tentang segala macam tanaman yang ada, biar enggak bosan ke laut terus,” kata Putri.

Pengaturan Botanical Kendari ke dalam program kerjasama dengan Kementerian PUPR Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

kehadirannya di wilayah pertambangan mantan pasir dan batu dan kayu membuat Botanical Kendari memiliki fungsi konservasi dan jasa lingkungan yang tinggi. Sejak berdirinya Kebun Raya Kendari, pertambangan dan pembalakan liar menjadi berkurang.

Dengan hadirnya Kebun Raya Kendari, tanah dalam bentuk batu Ultra Dasar dan rusak oleh pertambangan dan pembalakan liar perlahan-lahan bisa dipulihkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *