Kebun Raya Wamena, Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Papua

Kebun Raya Wamena, Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Papua

Posted by

Papua dikategorikan pulau memiliki sejumlah keanekaragaman hayati flora dan fauna di Indonesia. Sayangnya, keragaman ini terancam. Perluasan wilayah ini dampak dari euforia otonomi daerah hutan Papua secara bertahap terkikis. Sebagai keanekaragaman hayati upaya penyelamatan bumi Cenderawasih, dibentuk Botanical Wamena. Untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pembentukan kebun raya, mempertimbangkan pelaporan PR wartawan bersama Tim Pengembangan Botanical Wamena Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di bawah ini.

Kebun Raya Wamena, Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Papua
Kebun Raya Wamena, Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Papua

Kebun Raya Wamena, Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Papua

LIPI sejak tahun 1980 telah memulai upaya untuk konservasi sumber daya alam melalui pengembangan Kebun Raya Papua Wamena. Terletak di perbukitan Gunung Susu, Wamena, Jayawijaya, Provinsi Papua, kebun raya ini telah dibangun sejak tahun 1980.

Pembentukan kebun raya adalah Proyek Pengembangan Masyarakat Pedesaan di Wamena, Jayawijaya, yang mencakup beberapa unit kerja LIPI, termasuk Pusat Penelitian Biologi, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Teknologi Tepat Guna pengembangan dan Wakil Ilmu Sosial dan Humaniora. Proyek ini mendapat tanggapan positif dari Bupati Jayawijaya itu, J.B Wenas.

Pada pertengahan tahun 1990, saat ini Kepala LIPI Dr. Samaun Samadikun melihat kebutuhan ada pusat penelitian LIPI di Wamena. Bentuk Gardens Biologi dipilih untuk keanekaragaman hayati yang unik, kata Ketua Tim Pengembangan Botanical Wamena Ir. Albertus Hussein Wawo, M.Sc.

Selama tahun ini, LIPI melalui Pusat Penelitian Biologi untuk melakukan inventarisasi sumber daya hayati potensial kebun raya. Pemimpin proyek saat ini Dr. Oleh karena itu Latupapua memberikan motivasi kepada para kepala untuk datang bersama-sama mewujudkan Botanical Wamena sebagai konservasi kekayaan tanaman Papua, kenang Albert.

kepala suku itu kemudian diserahkan sebagian besar tanah adat mereka untuk kebun dibangun Wamena Biologi, cikal bakal Kebun Raya Wamena, yang diresmikan pada tahun 1995.

Sayangnya, penghalang jarak dibuat LIPI tidak bisa intensif mengelola Gardens Biologi Wamena. Tidak ada pengumpulan data dan identifikasi rapi untuk koleksi tanaman. Pembangunan taman ini tidak bermotif, kata Kepala Ex-Situ Conservation Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Dr. Joko Ridho Witono.

Menurut Joko, seperti koleksi tanaman ex-situ konservasi biologi Gardens Wamena juga memerlukan dokumentasi dari taman tematik pola pembangunan. Apakah klasifikasi yang tepat taksonomi tumbuhan yang ditanam, elemen bioregional, tanaman etnobotani, atau kombinasi dari semua itu, katanya.

Selain itu, taman ini juga tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Pagar belum dibangun begitu banyak koleksi tanaman rusak akibat dimakan oleh babi berkeliaran. Waduk juga rusak sehingga ketika hujan, air menggenangi area taman.

Awal Mula Kebun Raya Wamena

Joko melanjutkan, pada 2012 menjadi tonggak kelahiran Botanical Wamena, ditandai dengan pembuatan rencana taman induk. Tahun berikutnya, program pembangunan Botanical Wamena dimulai. Keterlibatan PKT Kebun Raya Bogor kebun membuat pengembangan fokus dari semua hal yang dapat terlihat jelas oleh orang-orang dari Wamena, jelasnya.

Dia mengatakan orang perlu konstruksi bukti yang signifikan kebun dapat dilihat dan digunakan serta fungsi kebun raya untuk kepentingan akademik. Ada empat fungsi kebun raya. Yang pertama dan terpenting adalah untuk konservasi, dan penelitian, pendidikan, rekreasi, dan jasa lingkungan, kata Joko.

Dalam proses pengembangan Wamena Botanical Gardens, itu mengirimkan dua asisten sehingga pembangunan kebun raya tidak keluar dari konsep fungsi kebun raya sebelumnya.

Prima Hutabarat, salah satu fasilitator menjelaskan prioritas pertama adalah pembangunan koleksi penataan kembali taman Botanical Garden Wamena. Bersama rekannya, Farid Kuswantoro, baik melakukan pendataan 800 koleksi tanaman. Ketika kami tiba, kekuatan lokal di sini hanya menanam tanpa direkam, katanya.

Mereka juga menanam sekitar 480 tanaman baru dan mendirikan 50 tanaman untuk penanaman kehormatan tamu yang mengunjungi taman hanya raya di daerah pulau Papua. Selain itu, fasilitas fisik juga dibahas. Keamanan pagar dan jembatan kayu yang dibangun. Serta area pembibitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *